Mendadak
kenapa ya Tuhan mempertemukan aku dan kamu terlambat? ah, sepertinya Tuhan memang sengaja membuatmu beredar tanpa membuat kita saling melihat mmm, atau mungkin itu cara Tuhan bermain dan mencipta dekat yang indah dengan ajaib-Nya aku tahu, sepertinya aku terlalu cepat menarik simpulnya dengan membuat tulisan ini padahal aku selalu takut kalau-kalau semua itu hanya numpang lewat sebentar seperti lampu merah di jalan yang menghentikanku barang 45 detik mungkin aku terlalu menyerah dengan hal pergi dan menjadi sendiri karena lagi-lagi terus bergulir tidak berhenti- seperti bola salju yang menggelinding dan terus membesar alih-alih menangkap cahaya aku malah terus didekap bayangan toh, katanya hal yang menghancurkan harapan adalah tergapainya harapan itu sendiri hingga untuk apa berharap, lagi? 24 Desember 2020 di perjalanan menuju pulang mempublikasikan ulang "mendadak", teruntuk teman-teman lucuku yang ditakdirkan Tuhan menjadi temanku, dan aku menjadi ...