Mendadak

kenapa ya Tuhan 
mempertemukan 
aku dan kamu terlambat?

ah, sepertinya Tuhan
memang sengaja
membuatmu beredar
tanpa membuat kita
saling melihat

mmm, atau mungkin itu
cara Tuhan bermain dan
mencipta dekat yang indah
dengan ajaib-Nya

aku tahu, sepertinya aku
terlalu cepat
menarik simpulnya 
dengan membuat tulisan ini

padahal aku selalu takut
kalau-kalau semua itu
hanya numpang lewat sebentar
seperti lampu merah
di jalan yang menghentikanku
barang 45 detik

mungkin aku terlalu
menyerah dengan 
hal pergi dan menjadi sendiri

karena lagi-lagi
terus bergulir
tidak berhenti-
seperti bola salju yang
menggelinding dan terus
membesar

alih-alih menangkap cahaya 
aku malah terus didekap bayangan

toh, katanya hal yang menghancurkan harapan
adalah tergapainya harapan itu sendiri

hingga untuk apa
berharap, lagi?


24 Desember 2020

di perjalanan menuju pulang


mempublikasikan ulang "mendadak", teruntuk teman-teman lucuku yang ditakdirkan Tuhan menjadi temanku, dan aku menjadi temannya, di waktu terbaik dalam timeline hidupku, di tempat terbaik pilihan Tuhan, di masa terbaik yang Tuhan berikan.

waktu akan terus berlalu karena bumi terus berputar hingga hari akhirnya nanti, atas segala datang dan perginya banyak manusia (yang sudah, yang sedang, dan yang akan) dalam hidupku, aku bersyukur, aku bersyukur, dan aku bersyukur.

terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah?

2023 sejauh ini

Bukan apa lagi