Bukan apa lagi
Bertumbuh, berkembang, bernilai? Hahaha
Persetan semua pikiran ini
Pada akhirnya aku hanya ingin hidup
Pada akhirnya aku tetap tidak tahu
apa yang sudah ku lakukan untuk kehidupanku
Rasanya ingin ku tukar saja otakku ini
dengan beberapa buah mahal yang ada di pasar
Pasalnya mereka lebih berguna untuk tubuhku
yang klemprak-klemprek semaunya sendiri
"Porak-porandakan saja dunia!
Aku siap menopang apapun", katanya
"Mulai putar saja roda kehidupan!
Aku siap menanggung pusing dan mualnya", katanya
Tapi kini aku tergopoh, terbirit menuju sudut
Entah sudut mana yang aku maksud
Ruang gelap, kumuh, bau
Milikku
Aku bersembunyi dengan menggenggam erat
entah apa namun itu begitu berat
Ku pejamkan kedua mataku
yang sejujurnya tidak dapat
menangkap cahaya apapun
Tidak ada bedanya,
Tetap gelap.
Ku paksa organ dalam tengkorakku untuk bekerja
"tidak usah kau minta aku untuk berpikir",
katanya dengan malas
Bahkan belum sempat ku ucap pertanyaanku :
Apakah tidak apa untuk
menikmati cukup,
yang tenang,
nyaman,
dan bukan
"apa lagi"?
Komentar
Posting Komentar