Rima Membaca : The Psychology of Money karya Morgan Housel
Aku baru saja selesai membaca buku The Psychology of Money karya Morgan Housel. Sepertinya sangat terlambat untuk membuat review-nya karena buku ini sudah lumayan lama diterjemahkan, cetakan pertamanya di Bulan Mei 2021. Oh ya, aku membaca yang versi terjemahannya. Meskipun sudah satu tahun buku ini diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, sampai hari ini masih banyak orang yang ingin membacanya dan buku ini masih berada dalam Top Ten Best Selling di toko-toko buku.
Kebetulan buku ini bukan punyaku sendiri, aku meminjamnya dari salah satu teman kantorku. Aku tertarik membaca buku ini karena ya...seperti biasa...uang...hehehe.
Oke, mari kita mulai membahas tentang isi bukunya.
Seperti buku terjemahan lainnya, di awal membaca buku ini aku masih berusaha menyesuaikan diri untuk memahami bahasa yang penerjemah tuangkan di buku. Buku ini terdiri dari 20 bagian utama dan 1 bagian tambahan. Setiap bagian saling terhubung satu sama lain, jadi betul-betul harus membaca secara urut. Penulis benar-benar menjelaskan dari awal apa itu psikologi keuangan dan bagaimana hal itu bisa mempengaruhi orang-orang dalam pengaturan keuangan. Pada bagian ke-19, Penulis merangkum segala inti materi yang perlu Pembaca pahami.
Pada awalan buku, penulis memberikan statement bahwa pengelolaan keuangan yang baik tidak berhubungan dengan kecerdasan seseorang, melainkan lebih banyak berhubungan dengan perilaku manusia dalam hal keuangan itu sendiri. Statement tersebut dilanjutkan dengan penjelasan-penjelasan lainnya yang terhubung.
Penulis banyak menceritakan ulang peristiwa-peristiwa keuangan yang dihadapi Amerika pada masa Perang Dunia II hingga saat ini untuk memberikan gambaran kepada Pembaca atas poin-poin yang ingin Penulis sampaikan. Penulis juga membandingkan pengalaman para investor untuk memberitahukan kepada kita opsi keuangan yang bagaimana yang sebaiknya kita pilih, meskipun semua itu hanya sebuah gagasan.
Penulis juga menekankan cara yang manjur diterapkan pada seseorang belum tentu manjur jika diterapkan kepada orang lain, sebuah fakta bahwa masing-masing latar belakang keuangan tiap individu berbeda sehingga kita tidak dapat menyamakan metode dalam pengelolaan keuangan. Meskipun faktor-faktor keuangan yang mempengaruhi tiap manusia berbeda, terdapat kebenaran-kebenaran universal yang dapat dijadikan saran untuk mengatur sikap kita dalam mengelola keuangan dan bagaimana mengelola keuangan itu sendiri.
Pada buku ini terdapat kalimat yang menurutku menarik yaitu "berencana itu penting, tapi bagian terpenting tiap rencana adalah merencanakan rencana yang tak berjalan sesuai rencana". Kalimat tersebut mengingatkan lagi bahwa tidak ada kepastian di dunia ini, meskipun kita sudah merencanakan suatu hal sedemikian rupa kita harus siap dengan resikonya yaitu apabila rencana tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk mempersiapkan bantalan dalam hal keuangan yaitu dana darurat untuk melindungi kita agar tidak terjatuh telalu keras.
Bagaimanapun cara kita dalam mengelola semua hal yang bekaitan dengan keuangan, tidak ada yang terlalu buruk dan tidak ada yang terlalu baik. Menabung tanpa tujuan keuangan pun tidak apa-apa karena tingkat tabungan yang tinggi bagaiman bubble wrap atas keputusan keuangan yang kita ambil. Mempertahankan gaya hidup secukupnya dan konsisten dalam melakukan penumpukan keuangan tanpa henti adalah kunci dalam meraih ketenangan psikologi keuangan.
Kira-kira begitulah beberapa hal dalam buku The Psychology of Money karya Morgan Housel yang ingin aku bagikan, sampai jumpa di unggahan lainnya!
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar