Serba serbi dengan kata "cukup"

   



    Topik yang tiba-tiba muncul di kepalaku sekarang : cukup.

    Tidak banyak orang yang betul-betul memahami apa itu cukup, bagaimana merasa cukup, dan bagaimana rasanya cukup. Aku juga masih terus belajar untuk lebih mengenal kata cukup lagi dan lagi. Karena cukup adalah pelajaran seumur hidup bagi manusia.

    Dunia akan terus berputar meskipun langkahku tidak bisa mengiringinya. Yang berlari akan berlari, yang berjalan akan berjalan, yang hanya diam pun tidak akan beranjak dari tempatnya. Perbedaan tempo antar manusia mungkin tidak terasa terlalu mengintimidasi jika ada cukup yang kita yakini. Ketika kita memutuskan untuk melakukan pengaturan tempo dalam hidup ini -entah itu berlari, berjalan, atau beristirahat sebentar- banyak side effect yang kemungkinan akan terjadi. Bisa saja kita kelelahan karena ternyata tempo yang kita pilih terlalu cepat untuk diri kita, atau bisa saja malah menjadi tidak percaya diri karena manusia lain terlihat berlarian mengejar tujuannya masing-masing. Maka mencari cukup dalam diri kita bisa menjadi solusi untuk menghadapi side effect yang kita dapatkan. 

    Cukupnya setiap manusia tentu berbeda. Aku bisa mengatakan tidurku 6 jam dalam sehari dan aku cukup, tapi orang lain bisa saja tidur hanya dengan durasi 4 jam dan itu cukup untuk mereka. 

    Menurutku cukup adalah kondisi dimana kita menemukan keseimbangan dalam dua hal yang paling memberatkan hati kita. Seperti ketika saat sedang ditengah-tengah suatu persoalan yang dihadapi, kepala rasanya terus berpikir dan berputar memikirkan hal itu-itu saja, kemudian ternyata hari itu pekerjaan kita tidak terlalu banyak, teman-teman di sekitar mengajak bercerita dan bercanda ini dan itu, dan kita bahagia dengan suasana ruang kerja di hari itu. Rasa bahagia tersebut memang tidak menyelesaikan persoalan yang sedang kita dihadapi, tapi terdapat hal yang bisa kita sadari bahwa semua hal yang datang akan saling menarik satu sama lain untuk membawa kita pada keseimbangan hati, dengan begitu kita tidak akan merasa terlalu menderita karena kita merasa cukup dengan kebahagiaan kecil yang kita dapat di kantor, dan hal itu bisa menarik kita dari lubang emosi permasalahan kita meskipun hanya sebentar.

    Merasa cukup memang sulit untuk diterapkan, karena kita perlu tahu diri kita terlebih dahulu. Sedangkan mengenal diri sendiri juga sulit. Banyak orang tidak sempat untuk sekadar menguraikan perasaan yang ada dalam hati mereka karena banyak hal yang harus dilakukan, dan sisa waktu harus digunakan untuk beristirahat agar keesokan harinya bisa mengatur hal-hal lainnya lagi, begitu seterusnya. 

    Ya, padahal belajar untuk merasa cukup penting untuk kita-kita yang sering merasa khawatir dengan pertanyaan 

apakah saat ini kita sudah menjalani hidup dengan baik? 

bagaimana masa depan yang akan kita jalani? 

apakah masa lalu yang telah terjadi akan menjadi bumerang bagi kita?

Pertanyaan-pertanyaan memusingkan seperti itu terus muncul dan kita tidak tahu jawabannya sekarang, tapi otak terus membuat kita berpikir lagi dan lagi.

    __

    Aku beberapa kali melakukan yoga, ya meskipun begitu-begitu saja kemampuannya. Ada satu hal yang benar-benar membuatku tertarik untuk terus melakukan yoga adalah sesi merasakan nafas. Posisi memejamkan mata kemudian udara kita hirup perlahan-lahan, memasuki hidung, tenggorokan, paru-paru kemudian kembali lagi keluar melalui hidung. Merasakan oksigen memenuhi paru-paru dan menyebar melalui nadi kita diiringi suara instruktur yoga seperti "rasakan setiap udara yang kita hirup, ucapkan terima kasih pada diri kita, ucapkan syukur kepada Tuhan atas nikmat-Nya..."

    Rasanya nikmat sekali, padahal hanya merasakan bernafas, yang mana dalam kehidupan sehari-hari kita justru lupa kalau kita bernafas.

    Bagaimana dengan nikmat lainnya yang betul-betul kita merasa bahwa kita bahagia?

    Disitulah aku menemukan jalan untuk merasa cukup.

    __

    Sampai dengan kehidupanku hari ini, aku terus mengulang untuk mengingat arti dari penggalan Surat Ibrahim ayat ke 7 yaitu "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu...". Dengan mengingatkan kembali penggalan tersebut dapat membuatku bersyukur atas hal apapun yang aku miliki sekarang, dengan aku yang bahagia dan aku yang pernah terluka. Bersyukur dengan setiap momen yang dapat aku rasakan. Bersyukur dengan relationship yang aku jalani dengan orang-orang di circle-ku. Bersyukur atas pengalaman yang dahulu pernah memberatkanku. Bersyukur bahwa aku adalah aku. 

Bukankah dengan begitu hati akan penuh dan... ya enough is enough?

    Banyak bersyukur menjadi pupuk untuk kita merasa cukup dan akan menuntun hati kita untuk lebih tenang dalam menjalani hidup. Kekhawatiran memang akan tetap datang, dan kita harus tetap menyambutnya dengan hati yang terbuka. 

    Merasa cukup juga membuatku merasa lebih percaya diri dalam menjalani hari-hariku. Aku percaya kalau Tuhan tidak membiarkanku melewati semua hal sendirian, aku akan dibantu, dan apa yang diberikan kepadaku, dengan izin Tuhan aku akan bisa melaluinya. 

Bersedih dan berpikir adalah pilihan. 

Jadi apa yang mau kita lakukan?

__

    Tidak ada kesempurnaan dalam diri manusia dan kehidupan adalah pengalaman pertama bagi setiap orang. Tidak apa-apa apabila kita merasa kecewa atau terluka, akan ada banyak hal indah yang akan datang juga. 

let's embrace everything.

    Semoga aku dan kamu selalu diberi kekuatan, kecukupan, dan kelembutan hati untuk menjalani hidup yang sangat tidak dapat diprediksi ini. Mari bersyukur atas segala hal yang susah dan mudah, karena tidak ada kesusahan yang sia-sia dan bahagia tidak berlangsung lama. Mari mencintai diri sendiri dan belajar menerima cinta dari manusia lain. Semoga tetap waras, semoga tetap sehat. 

Have a wonderful life!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah?

2023 sejauh ini

Bukan apa lagi