Pencarian diri
Banyak orang terus bertanya-tanya bagaimana cara menemukan diri sendiri, bagaimana cara menjadi diri sendiri, bagaimana cara tahu apa yang diinginkan diri. Belakangan, memang pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak terhindarkan, mungkin efek dari quarter life crysis seperti kata orang-orang.
Aku pun masih belum tahu jawabannya, dan aku memutuskan bahwa semua pertanyaan itu layaknya batu yang membentuk gunung berapi, mereka diciptakan memang sudah dari sananya. Daripada terus bertanya dan memikirkan pertanyaan itu, aku akan menjalani hari-hariku seapaadanya, menghadapi apapun yang didepan mata, dengan satu kepercayaan bahwa tidak ada kesulitan yang sia-sia meskipun aku tidak tahu tujuannya apa.
Memang, kepercayaan seperti itu tidak bisa diterapkan pada diri setiap orang. Ada juga yang memang pemikir dari sananya dan merasa resah apabila memutuskan untuk tidak memikirkannya. Tapi, tidakpapa. Apabila masing-masing kita menyadari bahwa kita dapat melakukan ini dan tidak dapat melakukan itu, selamat ya karena kita sudah berhasil mengumpulkan kepingan puzzle "diri" yang selalu ingin kita kenali. Apa kubilang? Pasti (semoga) ada hal baik dalam setiap cerita!
Kalau di suatu waktu terpikirkan ingin mencoba hal baru, coba diingat atau dicatat di suatu tempat. Ketika ada waktu luang, tidak ada salahnya mencoba. Tidak perlu terburu-buru, memangnya mengejar apa sih?
Pencarian diri ini adalah ekspedisi seumur hidup, semua orang berubah. Mungkin belum sempat kita susun puzzle di tangan kita, ternyata gambarnya sudah berubah pada beberapa unsurnya.
Ya, begitulah manusia.
Ini bukan berpasrah ya, ini adalah sebuah penerimaan. Seperti:
Hidup memang tidak adil
Kalau menurutmu aku pasrah, terserah. Tapi menurutku tidak. Kamu juga bisa berpikir sepertiku jika kamu mau.
Mari berbahagia!
Komentar
Posting Komentar