Birthday Blues

     Kemarin aku membaca sebuah utas di twitter tentang birthday blues, aku tidak terlalu menyimak isinya, hanya ku baca dengan cepat karena judulnya yang menarik. Jujur saja, setelah melewati usia 20, anxiety-ku selalu bertambah tiap mendekati bulan ulang tahunku. Semakin banyak juga hal-hal yang aku pikirkan. Padahal aku juga mengerti pemikiran tersebut tidak akan ada ujungnya, karena hanya berisi kekhawatiran dan ketakutan menyambut usia baru. Kemudian, saat hari ulang tahun itu datang aku justru tidak punya tenaga untuk menerapkan konsep "disini, kini". Ya aku senang melihat orang-orang di sekitarku memberiku ucapan, merayakan hariku itu, tapi ada sesuatu hal yang selalu mengganjal. 

    Dan terulang lagi hari ini, aku sepertinya mengalami birthday blues lagi. Semakin aku berusaha untuk menepis jauh pikiran itu, semakin banyak pertanyaan "kenapa?" dan "bagaimana?" yang muncul di kepalaku sehingga aku terpaksa malah meneliti satu-satu dampak birthday blues ini.

    Tidak seharusnya merasa khawatir bukan? Pada akhirnya hari istimewa hanyalah seperti hari lainnya. Tiap harinya adalah media kosong yang bisa diisi dengan apapun yang Tuhan takdirkan dan kita warnai dengan segala perasaan dan emosi yang kita pilih. 

Jika ingin berbahagia, maka berbahagialah. 

    Menjadi bahagia adalah salah satu pilihan, sedih dan memilih "tenang" (perasaan diantara senang dan sedih, seharusnya kutuliskan sebagai perasaan netral atau biasa saja tp ku pilih tenang karena lebih bermakna positif untukku) pun sebuah pilihan. 

    dan setelah senang sedih ini berlalu, emosi manusia akan menempati titik keseimbangannya. Perasaan "tenang" itu, yang biasanya tidak terlalu diperhatikan karena tidak terlalu terlihat diantara senang dan sedih yang kontras ini. Padahal perasaan "tenang" ini adalah perasaan yang paling banyak ada dalam diri.

    Hahaha, aku merasa intro dan isi dari tulisanku sekarang seperti tidak ada korelasinya. Selama ini aku meyakini inilah dampak kepribadian INFP ku. Penyampaianku tidak runtut. hehe sorry for that.

    Maksudku, aku juga belum menemukan jawabannya bagaimana mengatasi birthday blues ini, tapi aku tuliskan bagaimana pemahamanku atas perasaan-perasaan manusia. Untukku, mungkin untuk yang membaca juga, ketika mengalami birthday blues, tidak apa, mari buka lebar-lebar hatinya. Berkenalan dengan hal yang dikhawatirkan dan ditakutkan sambil bergandeng tangan. Mengingatkan diri bahwa senang dan sedih hanya sementara, dan akhirnya akan kembali pada "tenang" kembali. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah?

2023 sejauh ini

Bukan apa lagi