Bicara

     Aku adalah salah satu orang yang senang berbicara apa saja dengan teman-teman dekatku. Proses kedekatan yang tidak sebentar juga mempengaruhi sebanyak apa kita membawa topik ke dalam pembicaraan dengan orang-orang di sekitar kita. Tidak setiap proses berteman dan mengenal ini semuanya berujung dengan hubungan yang diinginkan, tapi tidakpapa, kita tidak harus berteman dengan semua orang, kita tidak harus bersahabat dengan semua orang, dan begitu juga semua orang tidak harus memasukkan kita dalam daftar temannya.

    Hubungan kedekatan kita dengan orang-orang lain ini pasti terjadi karena adanya interaksi "saling". Ya saling bercerita, ya saling berbagi, ya saling percaya, dan saling-saling lainnya. Aku rasa tanpa adanya "saling" ini, hubunganku dengan orang lain tidak akan menjadi hubungan yang dalam dan kuat.

    Namun, terkadang bicara membuatku banyak terlena. Padahal tidak semua hal perlu dibagikan. Belakangan, terlalu banyak berbagi disebut dengan oversharing. Menurutku, kita perlu membuat ruang tersendiri dalam diri berisikan hal-hal yang tidak tersentuh siapapun, tidak didengar siapapun, dan tidak terbuka untuk manusia manapun. Meskipun, bukan hal buruk juga apabila ingin berbagi segalanya dengan siapapun yang dipercaya. Ini adalah preferensi.

    Seorang teman berbagi kepadaku sebuah kalimat, "Semakin banyak bicara, semakin banyak salah. Misalkan ada 10 hal dalam pembicaraan kita, pasti ada 1 atau 2 hal yang salah kita sampaikan kepada orang lain apalagi kalau itu bukan cerita kita". 

    Dalam berbicara, topik meluas dan berkembang, kadang kita menceritakan tentang pengalaman diri sendiri atau pemikiran diri sendiri, kadang tentang kehidupan orang lain. Nah yang perlu dipertimbangkan adalah ketika topik pembicaraannya bukan tentang diri kita. Kita tidak pernah tahu apakah yang kita dengar ini benar, dan tidak ada yang menjamin bahwa otak kita mengingat dengan benar sebuah cerita. Bukan maksud kita pula apabila apa yang kita sampaikan salah, dan malah menggiring opini yang tidak-tidak terhadap orang ini. Setelah ku pikir-pikir itulah kenapa kita tidak boleh bergosip. Isu baik maupun isu yang kurang baik sama-sama berpotensi menggiring opini.

    Alangkah baiknya membatasi diri untuk berbicara karena semakin banyak bicara, semakin banyak salah, semakin sedikit bicara, semakin sedikit salah.

    Aku membagikan ini agar aku juga ingat dan terus belajar perihal berbicara, berbagi, dan berteman. Oh ya, selamat tahun 2023, semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, semoga hal baik terus berdatangan, semoga Allah berikan kekuatan, kemudahan, keberuntungan, dan keberkahan dalam kehidupan kita semua.

Have a wonderful year!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah?

2023 sejauh ini

Bukan apa lagi