Tanah Al-Haram
aku memejamkan mata untuk berdoa
gelaplah yang ku lihat
ketika doaku ucap dengan hatiku
mulutku terkatup tak bicara apapun
tanganku menengadah bersatu
imanku merangkul jiwaku
ukuran raga ini tidak berubah
namun betapa kecilnya jiwaku
dalam luasnya kegelapan di balik kedua kelopak mata
sebuah semesta lain ada di dalamku
betapa luasnya ruang
yang ada dalam diri
dan hanya bisa ku selami
ketika menghadirkan
segalanya "aku"
untuk menghadap Sang Ilahi
adalah kebenaran
saat mengelilingi Kaabah
ku serahkan dunia apa adanya
indahnya berserah
dan kembali kepada fitrah
-untuk menyembah-
rasanya nyata
menurut hati dan pikiranku
bahwa kehidupan ini bukan milikku
dan segalanya bukan kehendakku
bahwa
kerinduan untuk pulang
adalah pada tanah Al-Haram

Komentar
Posting Komentar