Untuk Kekecewaan dan Sedihmu
Banyak hal tergantikan, menggantikan, berubah, dan saling berkembang. Satu dan lainnya saling terkait dan bertaut merajut kejadian ini dan itu.
Aku dikelilingi banyak hal hidup dan tak hidup; hal hidup
yang mematikan, hal tak hidup yang menghidupkan.
Manusia tidak bisa menghindar dari rasa kecewa. Emosi ini
pun terpancar kepada orang-orang di sekitar. Aku pun ikut bersedih dan kecewa. Keprihatinan
“saling” terbentuk. Namun apa dayaku, terkadang hubungan antar manusia ini sebegitunya
tidak jelas dan dinamis. Ku usahakan hadirkan sekejap pelukan bentuk dari kalimat
: bersedih tidakpapa, jalan masing-masing manusia berbeda, que sera sera.
Sebuah kontras yang sangat jelas ketika aku melihat sekelilingku.
Seorang terbahak-bahak menertawakan kemalangan hidup dan seorang lainnya diam dalam
usahanya mengubur segala kecewa dan kesedihan yang memuncak. Mereka sama-sama
dalam situasi malang dengan luapan yang berbeda. Tidak ada garis jelas sebagai
batas manakah kemalangan yang membuat tertawa dan mana yang membuat langsung terpuruk.
Aku masih mempercayai kalimat “tidak ada perjuangan yang
sia-sia”. Aku percaya segala kejadian mengajarkan kita sesuatu hal. Mungkin kita
tidak akan dapat memahaminya sekarang, namun pastikan bahwa kita mengingat
momen ini dengan baik untuk tahu jawabannya nanti. "Mengingat" disini betul-betul
hanya mengingat segala fakta dan timeline dalam kejadian, kemudian kita tetap bergerak
membuka diri untuk kejadian lainnya. Move on, move forward.
Pencarian jawaban yang terlalu dipaksakan pun tidak akan
menjawab. Let it flow, release.
Mari merasakan segala respons emosi yang hadir, sedihnya,
kecewanya, mari deskripsikan satu-satu hal apa yang kita rasakan. Mari gambarkan
kejadian ini runtut sesuai alurnya. Mari pertanyakan kepada diri sendiri
hal-hal yang terlewatkan.
Terkadang, kita sudah mengira bahwa beberapa hal tidak akan
terjadi sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan jika benar hal itu terjadi, kita tetap kecewa. Apabila demikian, katakan pada diri sendiri “setidaknya aku tahu, karena aku mencoba”.
Banyak diluar sana yang tidak ikut mencoba, dan butuh banyak usaha dan
keberanian untuk mencoba, kau punya satu poin plus!
Tidak ada yang sia-sia. Mungkin kesedihannya akan terasa
satu dua hari, atau seminggu, dan seterusnya. Jangan menghindar, jangan
memungkiri, bahkan jangan menyalahkan diri sendiri. Berterimakasihlah kepada
diri sendiri atas keberanian dan usahanya yang sudah mendukungmu dan sudah mengikutimu mencoba apa yang ingin kamu lakukan. Bila kesedihan menghapus seribu senyummu, pastikan hari
esok akan kau bentuk seratus ribu senyuman dengan usaha paling sederhana,
dengan kekuatan paling ringan sedunia.
Peluk hangat, cinta tulus.
Semoga banyak hal baik berbondong-bondong menghampiri. <3
Komentar
Posting Komentar