Short Gateway : Camping di D'bunder Camp View, Bogor
Perjalanan berangkat.
Salah satu temanku beberapa waktu lalu mengajakku untuk berlibur bersama. Akhir-akhir ini aku sedang sering menonton video berkemah di Youtube, jadi aku usulkan ide berkemah ini kepada temanku. Suprisingly, dia menyambutnya dengan semangat. Kami langsung melakukan riset dan menentukan waktu, melakukan DP tempat, dan lain-lain.
Tibalah di hari keberangkatan untuk berkemah di D'bunder View Camp. Kami memutuskan untuk naik KRL dari Jakarta menuju Bogor kurang lebih pukul tujuh pagi (rencana awal jam enam pagi tapi temanku bangun kesiangan hahah). Setelah sampai di Bogor, kami jalan-jalan sebentar di Alun-alun depan Stasiun Bogor yang kebetulan sedang diadakan lomba PBB yang diikuti oleh siswa SMP. Kami menonton sebentar, sambil berpikir mau sarapan dimana. Kami memutuskan untuk sarapan Soto Daging Mang Bonin yang kata Google merupakan kuliner legendaris di Bogor. Jaraknya 1,5 km dari Stasiun Bogor jadi kami sepakat untuk jalan kaki saja, kalau naik taksi online juga terlalu dekat, pikir kami. Ternyata lumayan berat untuk ditempuh dengan berjalan kaki karena kami membawa banyak barang, dan aku membawa air mineral 4,5 Liter sepanjang jalan itu. Good job punggungku.
Oh ya, rencananya kami akan memasak daging untuk makan malam, tapi temanku lupa membawa bawang. Alhamdulillah, saat kami berjalan menuju lokasi sarapan kami bertemu pasar! jadi kami bisa membeli bawang dulu deh.
Soto Daging Mang Bonin terletak di pemukiman warga, kami membeli dua mangkuk soto daging, dua piring nasi, dan dua botol teh botol sosro dingin seharga Rp 58.000. Soto ini tipikal soto daging bening yang segar ditambah dengan potongan risol dan taburan daun bawang, menurutku rasanya agak asin, namun tetap enak untuk dijadikan menu sarapan.
Setelah makan, kami memesan taksi online menuju D'bunder View Camp. Sejujurnya kami juga bingung bisa kesana naik apa, supaya tidak banyak berpikir jadi kami memesan taksi online saja. Perjalanan ditempuh sekitar 1,5 jam lebih melewati jalan sempit yang panjang, berpapasan dengan banyak truk dan mobil pick up, melewati kebun, melalui jalan tanpa aspal. Ketika sudah hampir sampai, kami kesasar. Hahah ada ada saja. Kami diberitahu warga sekitar untuk putar balik dan mengambil jalan lainnya. Aku bersyukur sekali dengan driver taksi online yang membawa kami karena meskipun jalannya sangat membuat geleng-geleng tapi beliau sabar sekali, sama sekali tidak mengeluh, dan ketika kami sama-sama tidak tahu jalan beliau tidak menyalahkan. Terima kasih pak!
Portal menuju D'bunder View Camp sudah terlihat, Bapak driver bilang "oh ramainya disini ya? pada ngapain? oh pada camping gitu ya?" kami mengiyakan dan hehe hehe saja, kemudian beliau bilang lagi "waduh saya aja udah pengen buru-buru balik lagi". Mendengar Bapak driver bilang seperti itu, kami jadi lebih menyadari ke-random-an kami ini. Hahahah
Hari pertama.
Turun dari taksi online, kami langsung check in dan ditunjukkan letak tenda kami. Nah disini sebenarnya bisa memilih lokasi tendanya, tapi kami memilih untuk menuruti pilihan mas-mas penjaga camp. Kami langsung beres-beres, beristirahat, dan melihat sekeliling bumi perkemahan. Suasananya sangat tenang, ketika siang hari udaranya masih tergolong panas, namun semakin sore suhu semakin turun.
Kami duduk-duduk dan berfoto sebentar yang ternyata lumayan lama juga karena tiba-tiba sudah sore. Selanjutnya kami mengisi sore hari dengan melukis. Ketika melukis, banyak orang berlalu lalang dan melihat sesi melukis kami. Ada seorang Ibu yang menyapa dan memuji lukisan kami, cantik katanya, seperti yang melukis. Kemudian ada seorang anak kecil izin ikut nimbrung. Kami mengobrol dengannya sampai lukisan kami selesai. Seru sekali bertemu dengan orang baru, mengobrol hal baru!
Saat hari sudah mulai malam, kami membuat makan malam. Kami membawa panci elektrik dan gas potable saja karena dari camp site sudah disediakan kompor portable. Panci elektrik kami gunakan untuk membuat mie dan memasak daging, dan kompor portablenya untuk memanggang marshmallow. New skill unlocked! sebelumnya aku tidak pernah menggunakan kompor portable yang untuk berkemah seperti ini, awalnya agak menyeramkan dan sepertinya aku membuang banyak gas heheh tapi akhirnya aku bisa menyalakannya, proud of me.
Setelah makan, kami mampir ke warung untuk membeli air mineral lagi. Kami mengobrol dengan Ibu-ibu yang menyapa kami ketika melukis sebelumnya. Beliau berlogat jawa, jadi aku tertarik untuk mengajak mengobrol. Ibu itu kaget karena kami hanya berkemah berdua, dan kami dikira masih anak SMA. Hahaha. "nikahnya nanti dulu" katanya. Terpancar dari karakternya bahwa beliau senang melihat kami yang berkemah berdua saja, dari Jakarta, dan haha hehe saja.
Hari pertama diakhiri dengan melihat-lihat hasil foto hari ini dan bertukar pikiran tentang pengalaman berkemah kali ini. Aku senang sekali, meskipun tidak banyak kegiatan yang kita lakukan, rasanya pergi berkemah di tempat baru sangat menenangkan hati dan pikiran. Tidak perlu banyak mengungkapkan kegundahan, tapi sudah berhasil stress release. Bersyukur bisa membeli bawang sebelum sampai di bumi perkemahan, bersyukur dapat driver taksi online yang sabar, bersyukur bisa sampai dengan selamat di bumi berkemahan. Aku juga mensyukuri nafasku, pertemananku, kehidupanku.
Aku sudah sangat mengantuk ketika waktu menujukkan pukul setengah dua belas malam, jadi aku tidur duluan. Tidurku tidak terlalu nyenyak, karena tanah keras ya guys ya, kemudian aku mendengar orang mengobrol kencang sampai membuatku terbangun. Tidurku glibak-glibuk sampai pagi. Saat bangun, aku dan temanku mengeluhkan hal yang sama : tidak bisa tidur nyenyak. Meskipun katanya aku terlihat tidur pulas heheheh.
Hari kedua.
Di hari kedua, pagi-pagi sekali kami sudah membuat teh hangat dan duduk-duduk mencari spot untuk melihat sunrise. Kami juga membawa kuaci untuk cemilan pagi. Pagi itu kami mengobrolkan banyak hal, dari a sampai z kembali ke a lagi. Banyak kekhawatiran yang disampaikan, banyak hal baik yang dibagikan, beberapa pengalaman pahit menyedihkan, harapan indah untuk disimpan.
Tidak banyak waktu tersisa karena kami sudah harus melakukan check out sebelum jam 10 pagi. Kami kembali ke tenda, sarapan, dan siap-siap untuk pergi. Btw, sarapannya nasi goreng telur dan teh manis hangat, lagi. Nasi gorengnya enak!
Sebelum pergi, kami ingin mengabadikan momen berkemah ini dengan foto berdua, kami kesulitan menaruh kamera kemudian ada mbak-mbak yang menawarkan diri untuk memfoto kami. Wah indah sekali, banyak hal baik di bumi ini.
Petualangan untuk kembali ke Jakarta dimulai.
Mas-mas penjaga camp bersedia menjadi ojek kami, kami diantar ke terminal angkot terdekat dengan tarif Rp 30.000 per orang. Kami juga bertanya lagi setelah naik angkot ini kami harus naik apalagi. Ternyata untuk sampai di Stasiun Bogor kami harus naik angkot dua kali. Angkot biru sampai Laladon, lanjut angkot hijau sampai Stasiun Bogor. Perjalanan dengan angkot terasa sangat lama dan mengantuk karena memang angkot jalan pelan-pelan ya teman-teman. Ketika berpindah angkot, kami dibantu dicarikan angkot hijau yang langsung berangkat jadi kami tidak perlu bingung baiknya naik angkot hijau yang mana.
Akhirnya sampai di Stasiun Bogor setelah perjalanan panjaaaang itu. Kira-kira kami sampai di Stasiun bogor pukul 12 siang, kami mampir dulu ke Indomaret untuk membeli minuman segar kemudian langsung lanjut naik KRL jurusan Jakarta Kota.
___________________________________________________________________________
Berkemah yang seperti ini, di tempat ini, merupakan pengalaman pertama kali bagiku dan temanku. Alhamdulillah, dengan banyak syukur, kami berhasil melakukannya dengan lancar, senang, dan selamat. Kami tidak banyak persiapan, tidak banyak berpikir, gas ngeng aja hingga tercapai.
Nice Trip, Nice Advanture!
Komentar
Posting Komentar