Rasa Syukur Lainnya

    Cerita ini adalah cerita tentang rasa syukur lainnya atas segala rahmat dan karunia Allah kepadaku, atas berbagai hal baik yang enggak henti-hentinya datang, mungkin bukan tiba-tiba, tapi di waktu yang tepat aja. Di hari-hari yang terus berubah ini, aku selalu ingin bersyukur dan belajar bahwa apa yang aku jalani akan terus menjadi pengalaman berharga sepanjang hidupku. Meskipun ada aja waktu ngeluhnya ya, hehe. 
    Mengeluh itu nggakpapa kok, karena rasa itu adalah energi negatif yang perlu dikeluarkan supaya diri kita bisa terisi dengan energi baik yang sudah mengantre di belakang. Cuman, mungkin memang pinter-pinternya kita aja buat memilih ruang mana yang cocok untuk menuangkan. Kalau sosial media terasa terlalu ramai dan menakutkan, tulis aja di notes digital atau buku catatan. Keluhan itu kalau hanya dibiarkan berputar-putar di kepala ya akan sulit meredanya.
    Waktu aku kecil, takdir Allah terasa sangat sulit dan menyeramkan untukku. Aku juga belum tahu caranya untuk berkeluh kesah. Aku merasa tidak punya ruang untuk berbagi karena semua orang di sekitarku juga sibuk menyembuhkan diri mereka masing-masing. Alhamdulillah, entah kapan aku mulai gemar menulis, dan apalagi kalau bukan takdir yang menuntunku untuk menuangkan segala apa yang di benakku dengan menulis. Siapa yang sangka ternyata Allah selalu memberi penawar dari segala yang terasa sulit yang Allah berikan. Alhamdulillah, kan?
    Tahun ini belum berakhir, masih ada dua bulan lebih di depan, semoga umurku panjang dan berkah agar aku bisa terus bercerita. Amin. 
    Kejutan-kejutan sulit rasanya langsung terhempaskan begitu saja ketika  sudah kurasakan bahagia setelahnya. Bener ya, aku inget rasanya saat terjadi hal menyedihkan dan rasa ketidakrelaanku yang luar biasa akan a b c d, tapi aku tidak bisa merasakan lagi seberapa menyedihkannya itu, seberapa rasa ketidakrelaannya itu. 
    Tahun lalu, aku ingin sekali pergi untuk menonton konser boy group kesukaanku, tapi apa daya, tiket saja tidak kudapatkan. Oya, aku bersyukur bahwa Mamaku adalah Mamaku. Menurutku, beliau adalah wanita terhebat yang Allah hadirkan sebagai Mamaku. Semoga mamaku selalu dalam lindungan Allah, diberi umur yang panjang, dan berkah. Amin. Jujur aja, kalau bukan karena mamaku, mungkin aku sampai hari ini belum mengunjungi baitullah. Waktu itu mamaku bilang, daripada aku ngabisin duit buat begituan mending ikut Mama aja. Katanya, bismillah dengan diniati sebagai ibadah insyaallah akan membawa banyak keberkahan buatku kedepannya. Di momen itu, aku sama sekali nggak punya alasan untuk menolak, karena dengan keyakinanku sendiri akan ada ganti untuk setiap inginku yang belum terjadi. Kesempatan indah yang masyaallah, alhamdulillah, ya Allah terima kasih.
    Momen indah lain yang tiba-tiba terjadi belum berakhir, di pertengahan tahun ini alhamdulillah dengan ridha Mamaku, ku mantabkan lagi hatiku untuk memilih jalanku. Aku sangat memahami Mamaku yang sebegitu cintanya, yang ingin apapun yang terbaik, yang membawa kebahagiaan untukku, hingga baru sekarang membuka diri atas pilihan hidupku.
    Bulan ini, di beberapa minggu yang akan datang, aku akan pergi ke kota tempat boy group kesukaanku konser tahun lalu, bersama Mamaku. Alhamdulillah. Rasanya merinding sekali ketika melihat itinarary yang Mamaku bagikan karena destinasi pertama kami nantinya adalah kota itu. Dari sekian banyak kegiatan berlibur dan destinasi, apalagi kalau bukan takdir Allah yang membuat jalan untukku menjemput sendiri apa yang aku senangi. Alhamdulillah.
    Apalagi yang aku inginkan ketika nikmat yang Allah berikan berlimpah ruah seperti ini? Masyaallah, alhamdulillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah?

2023 sejauh ini

Bukan apa lagi