Maret Perantauan
Tanah perantauan membuat aku dan hatiku berubah-ubah. Seperti musim dan iklim, meskipun negeri ini hanya punya dua.
Terkadang merantau terasa menyenangkan karena segala keramaian dan tawa yang dibentuk kebersamaan-sesama perantau-begitu rapi saling sapa. Namun terkadang sepi sendiri tidak terhindarkan karena seperti kotanya, segalanya bergerak cepat bukan hanya letaknya, tapi juga lakuannya.
Ketika aku mulai belajar menghargai segala indahnya, musim telah berganti, dan penyesuaian harus diulangi sekali lagi.
-
Tidak ada yang ku sesali saat aku meletakkan hatiku pada apapun di tanah ini. Entah pada yang hidup, entah pada yang tidak hidup, atau bahkan yang hanya terlihat hidup.
-
Keikhlasan adalah pelajaran terbesar yang tidak pernah habis bab materinya, bahkan hingga nanti aku tua. Semoga saja aku tua.
Semuanya akan berjalan apa adanya dan aku akan berusaha baik saja.
Komentar
Posting Komentar