Roda Pertemanan
Rasa-rasanya, memang menulis adalah sarana utamaku untuk mengurai pemikiran dan perasaanku. Padahal, akhir-akhir ini aku coba mengganti sarana ini dengan membuat scrapbook, tetapi ternyata menulis lebih melegakan isi dalam diriku ini.
Jadi, gemuruh dalam diriku tidak jauh-jauh dari itu dan ini. Aku percayai pikiran ini sebagai salah satu tahap dalam siklus bulanan wanita (supaya tidak terus ku cari-cari ujungnya itu).
Hari ini aku memikirkan tentang roda pertemananku. Pertemanan memang silih berganti, pengalaman pun pasang surut, tapi hatiku selalu kebingungan menerima perubahan circle ini karena kelekatan yang lalu. Aku pikir aku baik-baik saja dengan perubahan, aku pikir semua tetap indah bagaimanapun "jodohnya". Ternyata aku masih harus terus belajar untuk ikhlas akan ketidak-lekatan ini. Mengutip salah satu lagu NIKI berjudul "Paths",
My youth is in your past
You'll always have that
and though it didn't last,
I hope our paths cross again
Katanya, musim terus berganti, namun sekarang faktanya musim sering bercampur.
Aku harap penerimaan akan datang perlahan-lahan hingga tercapai ikhlas yang indah hingga aku lupa proses transisi yang terus membuatku meringkuk kecil di kasur.
Komentar
Posting Komentar